Kebakaran Hebat Hanguskan Puluhan Kios di Pasar Ikan Labuan Saat Jelang Buka Puasa
JUSTINFO, BANTEN — Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Ikan Labuan, Kecamatan Pandeglang, Banten, pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 17.30–18.05 WIB, menghanguskan puluhan kios milik para pedagang.
Api dilaporkan muncul secara tiba-tiba dari salah satu kios dan dengan cepat merambat ke bangunan-bangunan di sekitarnya. Kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke langit langsung menarik perhatian warga dan pengendara yang melintas di sekitar lokasi, sekaligus memicu kepanikan massal.
Rahmat (45), seorang warga yang berada di lokasi kejadian, mengisahkan detik-detik awal kebakaran.
"Awalnya cuma asap kecil, lalu tiba-tiba api membesar. Pedagang langsung panik dan berteriak minta tolong," ujarnya.
Ia bersama sejumlah warga lainnya sempat berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, namun kobaran api terlanjur membesar dan sulit dikendalikan.
Warga lain, Siti (38), mengaku terkejut saat melihat kepulan asap hitam yang membumbung tinggi dari arah pasar, tak jauh dari rumahnya. Banyak pedagang yang kalang kabut menyelamatkan diri dan mengevakuasi barang dagangan mereka.
Akibat peristiwa ini, seluruh aktivitas di pusat perdagangan ikan tersebut sempat lumpuh total.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Kedaruratan BPBDPK Pandeglang, Endan Permana, membenarkan kejadian tersebut.
"Telah terjadi kebakaran kios-kios yang terletak di Pasar Baru Labuan, kurang lebih 18–19 kios," katanya.
Bangunan kios yang sebagian besar terbuat dari kayu dan material mudah terbakar menjadi penyebab api begitu cepat menjalar.
Merespons laporan dari masyarakat, Tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBDPK Kabupaten Pandeglang langsung menerjunkan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Labuan ke lokasi kejadian. Namun sesampainya di lokasi, api sudah dalam kondisi besar.
"Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak ke lokasi. Saat tiba, api sudah dalam kondisi besar dan terus menjalar," terang Endan.
Guna menjinakkan api, petugas akhirnya mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki air, yang turut dibantu oleh armada dari PDAM Labuan serta Damkar PLTU Banten 2 Labuan. Setelah berjibaku lebih dari satu jam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.00 WIB. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun dugaan sementara mengarah pada korsleting arus listrik di area pasar.
"Kejadian diduga dari korsleting arus listrik, yang kemudian mengakibatkan api menyambar ke bangunan kios-kios pasar," ujar Endan.
Ia menambahkan, sebelum api membesar, warga sempat melihat kobaran asap pekat hitam di atas kios. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa ini. Terkait kerugian materiil, pihak BPBDPK belum dapat memberikan angka pasti karena proses pendataan dan penyelidikan masih terus berlangsung.
Musibah ini terjadi di tengah bulan Ramadan, saat para pedagang seharusnya menikmati peningkatan omzet penjualan. Sejumlah pedagang yang kehilangan kios dan seluruh barang dagangannya mengharapkan perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah untuk segera bangkit kembali.
Pihak BPBDPK Pandeglang mengimbau warga dan pelaku usaha untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi korsleting listrik, terutama pada instalasi yang sudah tua atau tidak terawat, demi mencegah terulangnya musibah serupa di kemudian hari.
Editor : Saldy


Komentar Facebook